Pages

Tuesday, March 8, 2016

TONGKAT SOEKARNO dan HARTA SOEKARNO

Harta Soekarno bukanlah merupakan suatu rahasia lagi, banyak dari kita sudah membaca kisah ini di berbagai macam artikel yang anda bisa cari di Google. Tetapi disini saya hanya mau menceritakan pengalaman yang dialami pada hari Sabtu, 5 Maret 2016.

Kejadian ini bermula dari keingintahuan kami dengan hal hal gaib, yang dimana pada saat itu kami bertemu dengan seseorang yang menjadi penjaga dari pintu dunia dimana Soekarno berada (kedepan saya akan menyingkat sebagai GK/Gate Keeper). Pada awalnya dia tidak menyebutkan bahwa dia adalah penjaga daripada gerbang tersebut, karena memang seharusnya dia tidak boleh membuka diri bahwa dia adalah penjaga gerbang tersebut. Singkat cerita kami sedang berkumpul dan ingin merasakan energy dari benda-benda pusaka yang dia miliki, salah satunya adalah cemeti dan keris yang sudah menjadi legenda di Indonesia.

Ketika kami menanyakan ada benda apalagi yang memiliki energy paling besar selain keris dan cemeti tersebut, GK tersebut tiba’ memberikan suatu benda pusaka kepada salah satu dari kami yang memiliki energy paling besar untuk memegang benda tersebut.

Awalnya benda itu terlihat sebagai roda, dan teman saya menjawab ini sebuah roda, sekali lagi GK bertanya coba lihat lebih teliti lagi, dengan bantuan GK tiba-tiba roda tersebut berubah menjadi sebuah tongkat kayu sepanjang ±40cm, berwarna coklat, bagian atas tongkat tersebut berbentuk kepala garuda dan bagian bawah tongkat tersebut memiliki permata hijau.

Pada saat itu juga muncul sesosok pemuda ±22 tahunan dengan mengenakan kemeja putih, dasi hitam, jas berwarna putih gading, dan menggunakan peci. Pemuda tersebut dikelilingi bayangan naga berwarna emas berkilauan, lebih tepat dikatakan dikelilingi aura yang menyerupai naga. Salah satu dari kami ada yang spontan berteriak itu Soekarno, jadi tongkat kayu ini adalah tongkat milik Soekarno.

Kemudian alam bawah sadar kami dibawa ke suatu gunung dan berjalan melewati sebuah desa yang sangat indah dan desa tersebut kami tahu berada di Indonesia. Soekarno berjalan didepan kami seperti menuntut kami supaya mengikutinya.

Ketika berjalan melewati sebuah desa, kami melihat sekelompok manusia yang memiliki wajah datar (seperti zombie dan tidak memiliki kesadaran), GK menjelaskan bahwa itu merupakan manusia yang terjebak dan sudah kehilangan jiwanya karena nafsu duniawinya untuk mencari dan mendapatkan harta karun Soekarno.

Setelah melewati desa tersebut perjalanan dilanjutkan naik ke gunung yang memiliki air terjun, dan kemudian kami memasuki goa dibelakang air terjun tersebut. Yang anehnya Goa tersebut sangat terang padahal tidak ada cahaya matahari yang masuk ataupun listrik sebagai penerangan. Goa itu sangatlah luas dan memiliki banyak ruangan-ruangan mengelilinginya, didalam goa tersebut ada seorang kakek tua berpenampilan seperti seorang Kyai jaman kerajaan Indonesia daulu kala, dengan janggut sampai sedada, disamping kiri kakek tua yang berdiri itu ada seekor burung Garuda setinggi pinggul dari kakek tua tersebut, bulunya berwarna coklat ke emasan. Ada sebuah singgasana terbuat dari batu, disisi kanan singgasana itu terletak tongkat Soekarno dan berdasarkan penjelasan GK, singgasana tersebut milik kakek tua yang tinggal disana.

Didalam goa kami diarahkan ke suatu ruangan dengan pintu terbuat dari batu dan ketika beliau(/Soekarno) berdiri didepan pintu batu, pintu batu tersebut bergeser kekanan dan kami memasuki ruangan yang sangat luas sehingga kami sendiri tidak bisa melihat ujung kiri dan ujung kanan dari ruangan itu. Ternyata ruangan ini merupakan, ruangan dimana Harta Soekarno tersimpan. Didalam ruangan terlihat tumpukan batangan emas dan tergeletak berbagai macam batu permata dan peti-peti berisi harta, tinggi tumpukan emas tersebut kira-kira 3x tinggi badan saya (tinggi saya ±170cm). Jadi benar apa yang ada diartikel selama ini, Harta Soekerno itu seluas gunung. Bentuk batangan emasnya tidak semodern batangan emas buatan antam yang rapi, tetapi lebih menyerupai batu bata yang kasar disegala sisinya.

Kami dituntun lagi untuk berjalan masuk kedalam ruangan harta, kami terpukau melihat tumpukan emas yang berkilauan disisi kanan dan kiri sepanjang kami berjalan. Sesampainya diujung lorong, Sokarno sempat berjalan serong/menyamping mengambil sebuah sebuah selendang merah yang digantung disalah satu sisi ruangan, kemudian Soekarno mengambil dan melipat selendang merah tersebut ditangannya. Ketika Soekarno melihat selendang itu mimik mukanya terlihat sedih, namun ketika melihat kami, Soekarno tersenyum kembali.

Diujung ruangan harta tersebut ada sebuah pintu gerbang yang besar dan terbuat dari emas, dari sela-sela pintu terpancar cahaya yang sangat terang. Pada saat kami mulai mendekati pintu tersebut, pikiran kami ditarik kembali ke alam manusia oleh GK. GK tersebut menjelaskan, bahwa dia diperingatkan oleh si kakek tua (Kyai) jika kami memasuki ruangan tersebut, setengah jiwa kami tidak akan pernah kembali ke alam manusia. Fisik kami didunia manusia akan menjadi seperti orang-orang di desa yang memiliki wajah datar.

Selama kita berjalan dibelakang Soekarno, apapun yang kami pertanyakan ke beliau tidak ada satupun yang dijawab. Beliau hanya menoleh melihat kami, mengangguk dan selalu tersenyum sangat ramah.

Kemudian kami berbincang-bincang dengan GK tentang pikiran alam bawah sadar yang kami rasakan, kenapa yang kami lihat Soekarno dengan wujud ±22 tahunan, seharusnya Soekarno sudah cukup tua yang kami lihat karena Beliau meninggal diumur 69 tahun, lalu apakah itu riil Soekarno?

GK menjelaskan, bahwa itu bukanlah Sokerno yang kita kenal sebagai Presiden RI karena orang yang sudah meninggal sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan duniawi, sepenuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa. Lalu siapa yang kami lihat diselama perjalanan tadi? GK menjawab, “itu perwujudan dari energy dan ilmu yang dimiliki Soekarno semasa hidupnya, karena ilmu tidak bisa menghilang, maka ilmu Soekarno tertinggal di dunia ini”. Tapi kenapa wujudnya pemuda ±22 tahunan, “karena itu adalah wujud Soekarno ketika menerima tanggung jawab sebagai pria dewasa dan wujud pada saat Soekarno menerima tongkat pusaka yang kita kenal sebagai salah satu Tongkat Soekarno”.

Kami pun bertanya, bukankah perihal tongkat Soekarno ini seharusnya rahasia dan sebagai GK tidak boleh seenaknya mengajak orang untuk masuk ke dunia tersebut. GK menjawab, “ ya saya memang tidak boleh mengajak orang secara sembarangan untuk masuk atau membuka gerbang dunia dimana harta Soekarno berada, tetapi pada saat kita membahas benda pusaka, tongkat soekarno tersebut tiba-tiba muncul dengan sendiri tanpa diundang oleh saya (GK), seolah olah tongkat Soekarno ini sendiri memanggil/mengijinkan kalian untuk masuk ke dunia tersebut.”


Pengalaman ini cukup menarik perhatian saya, tidak tahu kapan lagi bisa mengalaminya. Oleh sebab itu saya mencoba untuk menuliskan diblog ini, untuk saya ingat dikemudian hari, bahwa cerita mistis di Indonesia ini tidak akan pernah berakhir.

1 comment:

  1. Gokilllllll... Itu beneran gan? Momentnya dramatis bgt yah..

    ReplyDelete